SANAD

SANAD
SANAD SILSILAH KEILMUAN DAN PARA SESEPUH/GURU BESAR ALHIKMAH
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM- Selamat bergabung di Perguruan Seni Jagadiri (Beladiri) Alhikmah-Markas Besar Aceh - Gali Hikmah Menuai Pahala

Senin, 09 Juli 2012

SENI JAGADIRI ALHIKMAH - ILMUNYA PARA WALIULLAH





BIODATA PEMBINA (GURU) ALHIKMAH _ ACEH


Nama Lengkap : Fekri Juliansyah M, S.IP, M.SHt
Nama Spiritualis/berdasarkan nasab:  Tuan Guru Fikri Al Muslim bin Muslim bin Tuan Guru Kyai Burhanuddin bin Tuan Guru KH. Abdul Wahab bin Tuan Guru  H. Jamaluddin bin Puyang Maskeridang bin Puyang Kiam Radja)            
Nama Gelar : Kiam Radja Muda (Keturunan ke-7 dari Puyang Kiam Radje/Kiam Radja asal Fajar Bulan, Semendo Darat,Muara Enim. Kiam Radja bernasabkan Keturunan Puyang Awak Syech Baharuddin Nur Qodim, Wali di Tanah Besemah (Pagaralam)), cucu kandung Wali Kutub Sulthoni Auliyaa, Syech Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati)

SEKILAS RIWAYAT :

- Masuk Alhikmah(Ikhwan)  sejak : 22 September 1994/17 Rabiul Akhir 1415 H (Kota Pagaralam)
   Diijazah oleh Pembina Alhikmah : R.A.Hermana bin M.Sholeh (Murid langsung Abah KH.Syaki
  Abdussyukur)
- Pelatih di Perguruan Insan Alhikmah Pagaralam : Januari 1995 - Juli 1997
- Pelatih dan Pendiri Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Energi Metafisika " Daya Alhikmah"
  Inderalaya - Palembang (1999 - 2001)
- Ikhwan Alhikmah-Cabang Pakjo Palembang, Pembina Alhikmah (Alm) H.Ahmad Fauzie Rifaie   
  (1998)
- Guru Besar Perguruan Kebatinan Serunting Sakti (Ketua Padepokan Bumi Serunting Sakti)
   (1999-skg)
- Pendiri Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Energi Metafisika "Daya Al Hikmah", Inderalaya,        1999
- Guru Kebatinan  "Rampai Sakti", Cirebon (2004 s.d sekarang)
- Guru (Pembina) dan Pendiri Perguruan Alhikmah - Markas Besar Aceh (April 2012 -sekarang)
- Sekretaris Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) 2003 - sekarang
- Anggota PAKU BANTEN (2005 - sekarang)
- Anggota Ikatan Pengobat Alternatif Indonesia (IPAI) 2003-sekarang
- Pendiri dan Panglima Laskar Adat Semende (2005-sekarang)
- Anggota Laskar Adat Kesultanan Palembang Darussalam (2003-sekarang)
- Anggota Laskar Islam Banten (2003)
- Konsultan Spiritual dan Supranatural (1994 - sekarang)
- Pendiri Forum Komunikasi Paranormal dan Pengobat Alternatif  Djagad Besemah 
   (2004-sekarang)
- Ketua Himpunan Zurriyaat Syarif Hidayatullah Sumatera (2013-sekarang)
- Koresponden Majalah Mantera, Jakarta (1999-2001)
- Kontributor Majalah Misteri, Jakarta (1999 -sekarang)
- Konsultan Tenaga Dalam dan Metafisika (Master Tenaga Dalam dan Aura Metafisika) sejak 1999
- Pendiri Indonesian Spiritual Magic Academy (2011)
- Pengajar Sulap dan Spiritual Hypnosys Pertama di Banda Aceh (Master Spiritual Magician) 2007
  s.d sekarang.
- Master Spiritual Hypnotheraphy (2003-sekarang)
- Owner Klinik Pengobatan Totok Darah dan Bedah Aura di Banda Aceh (Sejak 2007)
- Penasehat Spiritual Kepala Daerah (Di beberapa Provinsi di Indonesia)
- Back Up Pengamanan Pilkada di beberapa daerah di Indonesia (Sejak 2005)
- Back Up TNI dan POLRI (sejak 2003)




ALHIKMAH DALAM AUTOBIOGRAFI
TUAN GURU FIKRI AL MUSLIM (Kiam Radja Muda)

n Hidup dibawah ancaman senjata, berujung ilmu Alhikmah
n Jadi Guru (Pembina) Setelah 18 Tahun bergabung di Alhikmah

Mengenal Alhikmah
Nama “ALHIKMAH” memang sudah aku kenal sejak duduk di Bangku Sekolah Dasar.  Awalnya saat berumur 9 (sembilan)  tahun atau kelas 4 SD aku sering membaca buku-buku pendidikan agama (buku Syiar) dan cerita-cerita Islami dan kisah para Nabi yang ada di rumahku. Buku-buku itu masih kuingat hingga kini di antaranya berjudul “Doa dan Hukum”, “Tuntunan Shalat”, “ Neraka”, “Kisah Nabi Sulaiman”, “Kisah Nabi Hud”, “Kisah Nabi  Musa AS’, dll. Di dalam masing-masing buku itu tertera Stempel “ A. Fauzie Rivai – Pembina AlhikmahPakjo Palembang"


Salah satu ilustrasi cover buku yang diberikan (alm) Bakwo H.Ahmad Fauzie Rifai


Aku juga banyak membaca literaratur tentang Alhikmah melalui bundelan kliping dari berbagai media seperti Buana Minggu dan Harian Terbit yang ada di rumahku. Selain dari buku dan berita di koran tersebut, aku juga banyak mendengar tentang Alhikmah secara langsung dari keluargaku yang  rata-rata merupakan ikhwan/akhwat Alhikmah. Jelasnya, aku dilahirkan dari Keluarga Alhikmah.
Siapa  H. Ahmad Fauzie Rivaie?
Ahmad Fauzie Rifai adalah pembina Alhikmah yang mukim di Pakjo Palembang, Sumatera Selatan. Beliau salah seorang murid langsung pendiri Perguruan Alhikmah - Banten yakni (alm) Abah KH.M.Syaki Abdussukur bin Sartawi. Karena dedikasi dan jasanya untuk pengembangan Alhikmah di Sumatera Selatan pada umumnya dan Sumatera pada khususnya, Beliau dijuluki Pendekar Alhikmah dan Guru Besar Alhikmah Sumatera.
Beliau aku sapa dengan Bakwo (Pakde, red). Beliau adalah saudara sepupu ayahku. Ibunya Ahmad Fauzie Rifai adalah adik kandung ibunya ayahku. Ayahku biasa memanggil beliau dengan sebutan “Kak Ci”.  Bakwo Fauzi tinggal di Jl. Enim/Lempuing, Kel.Pakjo, Palembang atau sekira 367 Km dari tempat tinggalku. Sehingga wajar kalau sesekali pulang ke kampungku, Pulau Beringin, Bakwo Fauzi selalu menginap di rumah kami.
Tak jarang beliau mengirimkan paket buku-buku yang bermanfaat kepada keluargaku khususnya kepada ayah ataupun Nyai (Nenek)ku, yang juga Bu De nya Ahmad Fauzie.
Aku dilahirkan di sebuah dusun kecil nan asri di lembah bukit barisan.  Tepat pada tanggal 9 Juli 1979 (9779) atau bertepatan dengan 14 Syakban 1399 Hijriyah. Syakban atau dikenal dengan bulan Ruwah. Dalam tradisi budaya tempat tinggalku, bulan ini dikenal dengan adanya kenduri “Meruwah”, mengirimkan doa untuk para arwah keluarga.

Aku memang tinggal di sebuah dusun yang nyaris terpencil. Letak geografis yang berada di lembah bukit barisan dengan hawa dingin menusuk tulang di malam hari membuat suasana metafisis begitu terasa.

Aku juga termasuk sosok penakut. Bukan hanya takut dengan serangan fisik tetapi juga non fisik. Maklum saja, belum ada bimbingan khusus untuk menekuni dunia metafisik atau paling tidak ilmu jagadiri sebagai ikhtiar terhindar dari gangguan makhluk halus.
Teringat kisah ibu, saat mandi di sungai saja aku sering melihat sesuatu dari alam astral. Sehingga, tak jarang aku menangis sejadi-jadinya.  Anehnya aku baru berhenti menangis kalau sudah dipertemukan dengan orang pintar. Contohnya, suatu sore aku dimandikan salah seorang nenek dari jalur ayahku di “Ayik Luas”, Sungai besar yang berada di desa Muarasindang, Kab.OKU Sumatera Selatan tempat kelahiran kakekku dari jalur ayah, Tuan Guru Burhanuddin atau Kyai Burhan. Waktu itu masih berada di bawah wilayah Kecamatan Pulau Beringin. Setelah dibawa ke orang pintar, namanya H. Harun, Alhamdulillah tangisanpun reda. Menurut penuturan H. Harun, aku melihat penghuni sungai tersebut.
Kedekatanku dengan dunia metafisik bukan tidak beralasan. Kakek Buyutku Tuan Guru KH.Abdul Wahab bin H.Jamalluddin (Orangtua Kyai Burhan) adalah seorang ulama besar kharismatik dan memiliki kemampuan metafisika yang cukup mumpuni dan terkenal di daerahnya. Masyarakat mengenalnya sebagai Puyang Haji Wahab, sang jagoan Kuntau, seni beladiri khas Semende dan dataran tanah Melayu.

SERING MENDAPAT ANCAMAN
Masa kecilku diwarnai dengan berbagai ancaman dari teman sebayaku. Ya..namanya tinggal di daerah yang nyaris terpencil, kadang-kadang ada anak-anak seusiaku yang iri dengan prestasiku, lalu mengancam dengan pisau, parang, golok atau benda tajam lainnya..
Aku memang penakut, juga lemah. Tak segagah (seterek,red) anak-anak kampung lainnya yang berperawakan kekar. Istilah kampung “Anak Pegawai” melekat pada diriku yang identik dengan fisik yang lemah dan tidak pernah kerja keras seperti yang mereka lakukan, mencangkul di sawah, ke ladang/kebun,dsb.
Beberapa nama masih kuingat hingga kini (maaf, bukan berarti dendam, ini hanya menunjukkan kisah yang sebenarnya). Di antaranya, Hengky (anak Kepala Desa Zulkarnaen waktu itu) yang mengancamku dengan pisau kecilnya. Ada lagi Lamsadi yang selalu menggunakan karet gelangnya atau malah ancaman dengan ketapel. Padahal usia mereka sekira setahun di bawahku. Ada juga Herman bin Simanaf, teman sekelasku. Dia pernah memukulku dengan sapu lidi hinggal sekujur kaki dan pinggangku berwarna merah. Ada juga Hadianto (Yanto) , Afrizon (Icun) yang kadangkala mengajakku bertengkar dengan kegagahan mereka. Walau perkelahian itu kadang tak berlangsung lama karena mereka kembali berteman denganku.
Aku gemar membaca buku-buku yang bernafaskan kebatinan. Di kalangan (pasar hari Minggu), aku membeli buku berjudul “Mujarobat Kubro”, suatu buku yang berisikan berbagai macam pengetahuan tentang dunia supranatural. Ada bacaan/rapalan mantra hingga beragam azimat. Aku pun mulai memilah dan beberapa darinya kuamalkan seperti Doa Nurbuat. Tak sengaja dari lemari ayah kutemukan beragam tulisan di beberapa carik kertas yang Beliau dapatkan dari (alm) Puyang H. Wahab. Aku pun akhirnya meminta dari ayah. Bahkan salah satu buku amalan yang kudapat berisikan wiridan Ilmu Alhikmah. Seperti ada yang membisikkan secara gaib, aku pun mengamalkan wiridan Alhikmah dan membiasakan mengencangkan perut. Padahal, ilmu ini belum sah aku miliki karena belum digores (istilah pengijazahan/pengisian dalam Ilmu Alhikmah). Wirid demi wirid pun kuamalkan ba’da sholat .
Ketika duduk di bangku SMP, aku juga masih merasakan ancaman. Saat pulang dengan berjalan kaki, aku dihadang dengan menggunakan pisau.
Tapi hal yang berbeda, Alhamdulillah ancaman hanya sekedar  ancaman. Akupun selamat dengan izin ALLAH SWT. Mungkin juga khasiat dari amalan Alhikmah yang aku wiridkan .
Setelah aku hijrah ke Pagaralam, tanah leluhurku yang dikenal sebagai pusat kekuatan metafisik di Sumatera Selatan. Pengalaman demi pengalaman spiritual mengirimku bergabung di Perguruan Alhikmah.


Ayah Raden Ahmad (R.A) Hermana bin M.Sholeh
Guru dan Pendiri Perguruan Insan Alhikmah Pagaralam.
Beliau adalah salah seorang murid langsung dari Abah KH.M.Syaki Abdussyukur bin Sartawi, dari tangan beliaulah aku secara resmi belajar AL Hikmah pertama kali


17 Agustus 1994,
setelah acara Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra, aku menonton atraksi beladiri yang diperagakan oleh sekumpulan orang dengan pakaian seragam. Kostum silat warna kuning bertuliskan Perguruan Insan Alhikmah dan bawahan (Celana) warna hijau. Ada juga seragam warna hijau baik baju maupun celananya. Aku pun memberanikan diri bertanya dengan seorang diantara mereka yang kemudian kukenal dengan nama Kak Rebin, pria yang berumur sekira 36 tahun. Beliau menjelaskan tentang Alhikmah yang memang sudah kukenal dan memberitahu lokasi pendaftaran dan latihan.
Aku pun mulai menyisihkan uang jatah bulanan dan kekurangannya aku harus minta kepada bakcik (paman) tempatku tinggal. Biaya bergabung saat itu  75 ribu Rupiah dan setiap bulan wajib membayar iuran sekira 15 ribu Rupiah.
Tepat pada 22 September 1994, di malam Jumat 17 Rabiul Akhir 1415H, akhirnya niat mempelajari ilmu ini secara resmi kesampaian juga. Melalui Pembina/Perawat (Guru) bernama Raden Ahmad Hermana yang datang langsung dari Palembang satu bulan sekali. Akupun “digores”, istilah bagi Perguruan ini untuk pengijazahan/peresmian menjadi ikhwan (murid). Beliau merupakan Pendiri Perguruan Insan Alhikmah yang berpusat di Kota Pagaralam. R.A.Hermana merupakan salah seorang murid langsung dari Abah KH.M. Syaki Abdussukur bin Sartawi. Namun sejak Abah Syaki wafat, beliau juga mendirikan sebuah Yayasan bernama Yayasan Perguruan Insan Alhikmah (YPIA). Beliau juga memiliki kedekatan dengan (alm) Abah Romli. Baru saja aku keluar kamar tempat penggoresan, aku langsung diserang oleh senior-seniorku dengan golok..aku pun seperti reflek..mereka tersungkur ke dinding. Aku pun merasa Yakin dengan ilmu ini.
Sejak saat itu aku pun mulai mengikuti wirid bersama setiap malam Jumat dan mengikuti latihan setiap malam Minggu. Minggu ke Minggu aku berjalan kaki dari Tempat tinggalku di Jalan AIS Nasution No,1 Pagaralam (Rumah Dinas Camat Lama) menuju tempat latihan di Lapangan Kasbit, Indragiri Pagaralam. Sekira 3 Km.
Tepat pada malam Minggu, Dari jalan Indragiri Pagaralam, aku melewati gang kecil dan jalan setapak di areal perkebunan. Tempat latihan kami yang dikenal dengan sebutan Lapangan Kasbit. Lokasi ini cukup tersohor bagi masyarakat Pagaralam sebagai tempat penggemblengan Ilmu Alhikmah. Nuansa malam yang jauh dari kebisingan disertai aroma metafisik yang kental menambah khusu’ saat kami latihan. (bersambung...)


ALHIKMAH TEMPO DOELOE

Tuan Guru Fikri Al Muslim, berdiri tengah, bersama Ikhwan Alhikmah seusai peresmian  Yayasan Perguruan Insan Alhikmah (YPIA)
 Cabang Manna, Bengkulu Selatan (1995)




Kenangan latihan di Lapangan Kasbit, Pagaralam (1997)

Melatih ikhwan (2001)

Latihan di Pulau Beringin, OKU Selatan SUMSEL (Juli 2001)





ikhwan-ikhwanku di Lembaga Pelatihan dan Pengambangan Energi Metafisika "DAYA AL HIKMAH" Inderalaya, OKI SUMSEL

Melatih ikhwan di Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 29 Juni 2001

Atraksi Alhikmah pada Acara Pelantikan Pengurus DPW Ikatan Paranormal Indonesia-SUMSEL, Universitas  Tridinanti, 10 Juli 2003
Perhatikan ada Orbs terekam persis di punggung (alm) H. Ahmad Fauzi Rifaie, 
Pembina Alhikmah, Pakjo Palembang



KAMI IJAZAHKAN AMALAN DAN DOA ZULFAQOR BERIKUT INI YANG MEMILIKI BERAGAM KHASIAT DAN HIKMAH UNTUK DIGUNAKAN DAN DIAMALKAN BA'DA SHOLAT, SEMOGA BERMANFAAT DI DUNIA DAN DI ALHIRAT.


 (Silahkan copy dan paste.atau klik kanan lalu save as...
 Lalu Perbesar di Office Word
 Dalam beberapa kitab dijelaskan faedah doa Dzul Faqor ini bahwa barang siapa yangpernah  membaca doa ini selama hidupnya minimal satu kali maka Malaikat Jibril datang ke kuburnya dan berkata: "Masuklah engkau ke syurga dengan membawa kendaraan , semua para Nabi telah menjemputmu!". Mereka bertanya kepada Malaikat Jibril,"Siapakah orang ini wahai Jibril?". Malaikat Jibril menjawab;" Ini adalah umat Muhammad SAW yang membaca doa Dzul Faqor ketika masih hidup di dunia". Begitulah salah satu khasiat dari doa Dzulfaqor. Insya Allah kita mendapatkan anugerah dari ALLAH SWT dengan membaca doa ini setiap selesai sholat.



Mohon dihadiahkan Surat Al Fatihah untuk nama-nama berikut ini sebelum mengamalkan Doa Dzulfaqor: 

Al Fatihah dihadiahkan kepada :
1. Nabi Muhammad SAW                                     1x
2. Malaikat Sepuluh                                              1x
3. Nabi Khidir AS                                                   1 x
4. Syech Abdul Qodir Al Jaelani                         1x
5. Syech Syarif Hidayatullah                                1x
6. Syech Baharuddin Nur Qodim                       1 x
7. KH.Abdul Wahab bin H.Jamaluddin            1 x
8. Para Sesepuh dan Guru Ilmu Alhikmah
    (Abah KH.Thoha bin Siin, Abah KH.Amilin bin H.Sarbini, Abah KH.M.Syaki Abdussukur bin Sartawi, Ustadzah Ummi Hajjah Khodijah binti Fulana, R.A.Hermana bin M.Sholeh, H. Ahmad Fauzi bin H.A.Rifaie, KH.Iskandar bin H.Ismail, Tuan Guru Fikri bin Muslim)                              1 x
9. Pada Diri Sendiri                                                1 x
10. Kedua Orangtua dan Kaum Muslimin        1x
   


DOA NABI SULAIMAN AS





21 komentar:

  1. adakah perguruan ini terdapat dimalaysia?

    BalasHapus
  2. Waahh saya mau dong di ijazah doa dzulfaqor & doa sulaiman .. bagaimana caranya tuan guru ? #salam kenal

    BalasHapus
  3. klo boleh tau itu wirid kalima al hikmah atw Aj ya?? ko brbeda ya dg pnya sya..

    BalasHapus
  4. Alhikmah itu ada amalan nya ga ???
    klo ada boleh minta ga ???

    BalasHapus
  5. Assalammu'alaikum . Ust Fikri apakah di Kota Langsa Ada Perawat Al Hikmah

    BalasHapus
  6. assallmualaikum ustz minta izin guna dan mengamal kan doa zulfaqor

    BalasHapus
  7. salam kang sandi seluruh ikhwan serta akhwad sandi pagar alam....

    BalasHapus
  8. walaupun lah jauh jangan lupe nak ading2 penerus bangsa dari pulau beringin kang .
    ini lah kene musibah kebakaran dusun kite ,
    harap partisipasi nye sje . dari kami kang .
    anak pulau beringin sekolah di baturaje kami .

    BalasHapus
  9. ijin copas...salam kenal tuan guru

    BalasHapus
  10. betapa saya ingin mengamalkan serta bergabung di perguruan alhikma ini tapi saya jauh.

    BalasHapus
  11. apa ada cabangnnya di sulawesi selatan khususnya kab. bone. mohon balasan dan petunjuknya untuk bergabung anadai bisa

    BalasHapus
  12. semoga berkah salam dari banten

    BalasHapus
  13. mohon izin untuk admin ,, saya akan mempelajari ilmu kebatinan agar di dekati diri kpd yang maha kuasa ( Allah ) dan kebetulan saya ada guru di cirebon yang mempelajari ilmu al hikmah tersebut ..
    mohon doa nya ..

    BalasHapus
  14. mohon izin saya akan belajar ilmu allah

    BalasHapus
  15. Mohon ijin adakah cabang nya di Jakarta? Terima kasih

    BalasHapus
  16. Assalamu'alaikum, saya adalah ikwan dari Bpk. M.Kamil bin Nangyu...? salam kenal

    BalasHapus
  17. Qobiltu
    Saya minta ridhonya
    Do'a zulfaqor dan do'a Nb Sulaiman AS

    BalasHapus
  18. Qobiltu...
    Minta keridhoannya guru

    BalasHapus
  19. saya masuk perguruan alhikmah th1987 dg lansung di gores oleh bpk r,ahmad hermana di palembang, sampai sekarang sy masi mengamalkan, sy ingin tanya,apaksh pak hermana masi ada,atau sudah almarhum, klu beliau masi ada tolong hubungkan sy dg nya terimakasi

    BalasHapus
  20. karena sy sudah lama tidak ketemu, kontak ahir ksmi mrlslui surat th1989

    BalasHapus